Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Karya

Puisi Sumpah Pemuda

Puisi Sumpah Pemuda Revolusi Deru derap langkah engkau kuatkan agar engkau terlihat gagah Diujung jalan itu, kau tunggu kami dengan gas air mata  Dengan perisai dan baju baja Namun untuk apa? Kami hanya mahasiswa yang pernah mengucap sumpah namun akhirnya menjadi serapah karena tingkahmu Kami hanya manusia yang ingin bersuara, namun kenapa mulutku engkau sumpal juga? Ketika keadilan engkau gadaikan Ketika jabatanmu mencekik imanku Maka apa salahnya aku meronta? Ketika kebijakanmu melacurkan pertiwiku ketika keangkuhanmu menikam pancasilaku Apa salahnya jika aku menyumpahimu? Kami adalah pemuda-pemudi negeri yang lahir dari balik tabir tirani dan tumbuh dibawah naungan oligarki Kami adalah pemuda dan pemudi negeri yang engkau anggap bajingan disaat engkau anggap dirimu sendiri pahlawan Kita sama-sama pernah menyenandungkan sumpah pemuda dengan lisan kita Satu bangsa Satu tanah air Satu darah Satu bahasa Indonesia Maka jika kau tak peduli dengan Indonesia DIAM SAJA! Biarkan kami yang...

Puisi Sumpah Pemuda

Puisi Sumpah Pemuda Revolusi Deru derap langkah engkau kuatkan agar engkau terlihat gagah Diujung jalan itu, kau tunggu kami dengan gas air mata  Dengan perisai dan baju baja Namun untuk apa? Kami hanya mahasiswa yang pernah mengucap sumpah namun akhirnya menjadi serapah karena tingkahmu Kami hanya manusia yang ingin bersuara, namun kenapa mulutku engkau sumpal juga? Ketika keadilan engkau gadaikan Ketika jabatanmu mencekik imanku Maka apa salahnya aku meronta? Ketika kebijakanmu melacurkan pertiwiku ketika keangkuhanmu menikam pancasilaku Apa salahnya jika aku menyumpahimu? Kami adalah pemuda-pemudi negeri yang lahir dari balik tabir tirani dan tumbuh dibawah naungan oligarki Kami adalah pemuda dan pemudi negeri yang engkau anggap bajingan disaat engkau anggap dirimu sendiri pahlawan Kita sama-sama pernah menyenandungkan sumpah pemuda dengan lisan kita Satu bangsa Satu tanah air Satu darah Satu bahasa Indonesia Maka jika kau tak peduli dengan Indonesia DIAM SAJA! Biarkan kami yang...

Balon Kebahagiaan

Kelas masih dipenuhi dengan suara anak-anak kecil yang ada disana sini, mereka semua membawa balon, ada yang membawa balon berwarna merah, biru, kuning, kelabu, jingga, Nila, Tosca, dan lain-lain. Dan hal yang lebih menarik adalah, pada balon yang dibawa setiap anak tertulis nama mereka masing-masing, David yang membawa balon bewarna merah menulis nama David dengan rapi menggunakan spidol, sementara Iksan, anak yang ada disampingnya menulis namanya sendiri dengan tulisan yang kurang rapi. Memang, itu dikarenakan Iksan tidak sepandai David dalam menulis, sementara David tidak sepandai Iksan dalam menggambar. Kelas masih gaduh sampai tidak lama kemudian, guru mereka masuk, suara langkah kaki sang guru tentu segera membuat semua suara terhenti. "Nah, anak-anak, kalian semua sudah bawa balon kalian bukan?" "Sudah pak guru....." "Sudah tulis nama kalian masing-masing bukan?" "Sudah pak guru......" "Nah, sekarang....Lempar balon kalian keudara...

Balon Kebahagiaan

Kelas masih dipenuhi dengan suara anak-anak kecil yang ada disana sini, mereka semua membawa balon, ada yang membawa balon berwarna merah, biru, kuning, kelabu, jingga, Nila, Tosca, dan lain-lain. Dan hal yang lebih menarik adalah, pada balon yang dibawa setiap anak tertulis nama mereka masing-masing, David yang membawa balon bewarna merah menulis nama David dengan rapi menggunakan spidol, sementara Iksan, anak yang ada disampingnya menulis namanya sendiri dengan tulisan yang kurang rapi. Memang, itu dikarenakan Iksan tidak sepandai David dalam menulis, sementara David tidak sepandai Iksan dalam menggambar. Kelas masih gaduh sampai tidak lama kemudian, guru mereka masuk, suara langkah kaki sang guru tentu segera membuat semua suara terhenti. "Nah, anak-anak, kalian semua sudah bawa balon kalian bukan?" "Sudah pak guru....." "Sudah tulis nama kalian masing-masing bukan?" "Sudah pak guru......" "Nah, sekarang....Lempar balon kalian keudara...

Keledai Pembawa Karung

Kala itu seorang pedagang membawa dua keledai nya ke pasar, perjalanannya ke pasar membutuhkan waktu berjam-jam lamanya, dan sialnya, matahari kala itu begitu terik sampai membuat keledai mereka jengah dan tidak berhenti menjulurkan lidah. Sementara sang pedagang masih menuntun keledai nya di depan, si keledai pembawa garam bernama Sally berkata kepada keledai pembawa kapas yang bernama Qoutin. "Beruntung sekali kamu membawa kapas, kamu setidanya tidak kelelahan seperti aku" "hahahah, sabar Sally, itu adalah takdirmu" "tukaran barang dong" "nggak mau! week! siapa suruh menjadi keledai dungu kayak kamu, makanya, rajin-rajin deketin majikan" Qoutin tentu mengejek Sally terus menerus yang selalu keberatan membawa garam, ia memantati Sally yang berjalan dibelakannya dan menggoyang-goyangkan ekornya. Perjalanan masih panjang dan sang pedagang menemukan aliran sungai tempat keledainya minum, dipersilahkan keledainya minum, namun karena Sally merasa s...

Keledai Pembawa Karung

Kala itu seorang pedagang membawa dua keledai nya ke pasar, perjalanannya ke pasar membutuhkan waktu berjam-jam lamanya, dan sialnya, matahari kala itu begitu terik sampai membuat keledai mereka jengah dan tidak berhenti menjulurkan lidah. Sementara sang pedagang masih menuntun keledai nya di depan, si keledai pembawa garam bernama Sally berkata kepada keledai pembawa kapas yang bernama Qoutin. "Beruntung sekali kamu membawa kapas, kamu setidanya tidak kelelahan seperti aku" "hahahah, sabar Sally, itu adalah takdirmu" "tukaran barang dong" "nggak mau! week! siapa suruh menjadi keledai dungu kayak kamu, makanya, rajin-rajin deketin majikan" Qoutin tentu mengejek Sally terus menerus yang selalu keberatan membawa garam, ia memantati Sally yang berjalan dibelakannya dan menggoyang-goyangkan ekornya. Perjalanan masih panjang dan sang pedagang menemukan aliran sungai tempat keledainya minum, dipersilahkan keledainya minum, namun karena Sally merasa s...

Jingga dan Leo

Hey, aku mendapatkan ilmu hari ini. jadi  cerita ini bermula ketika seorang petinju bernama Jingga sedang mengajak Leo ke mall, mereka mengunakan mobil dengan santai. Leo yang seorang penyanyi bergumam-gumam, sementara kendaran kota cukup ramai kala itu, dan pada waktu yang kesekian detik, sebuah mobil menabrak bagian belakang mobil Jingga. "Waduh anjrit! mobil kita ketabrak cuk!" "iyaaa, tenang" "lah, lho kok diem aja? loe kan petinju! loe harusnya turun terus loe bogelin tuh orang, sekali pukul orang itu juga k.o" "oh! Jadi mentang-mentang gue petinju terus gue harus turun? terus gue harus hajarin orang itu? terus elu yang penyanyi turun, terus nyanyiin orang itu? gitu?" "maksud loe apa?" "Leo, hanya karena tubuh gue berotot dan tanganku kekar, bukan berarti  tubuh gue harus digunakan untuk gebuki orang, hanya karena gue pekerjaan gue petinju, bukan berarti gue bila tinju orang semau gue, udah lah, loe tenang aja, ini mobil gue j...

Jingga dan Leo

Hey, aku mendapatkan ilmu hari ini. jadi  cerita ini bermula ketika seorang petinju bernama Jingga sedang mengajak Leo ke mall, mereka mengunakan mobil dengan santai. Leo yang seorang penyanyi bergumam-gumam, sementara kendaran kota cukup ramai kala itu, dan pada waktu yang kesekian detik, sebuah mobil menabrak bagian belakang mobil Jingga. "Waduh anjrit! mobil kita ketabrak cuk!" "iyaaa, tenang" "lah, lho kok diem aja? loe kan petinju! loe harusnya turun terus loe bogelin tuh orang, sekali pukul orang itu juga k.o" "oh! Jadi mentang-mentang gue petinju terus gue harus turun? terus gue harus hajarin orang itu? terus elu yang penyanyi turun, terus nyanyiin orang itu? gitu?" "maksud loe apa?" "Leo, hanya karena tubuh gue berotot dan tanganku kekar, bukan berarti  tubuh gue harus digunakan untuk gebuki orang, hanya karena gue pekerjaan gue petinju, bukan berarti gue bila tinju orang semau gue, udah lah, loe tenang aja, ini mobil gue j...

Resahku

 Hari ini 24 Agustus, hari dimana kelulusan jalur UMPTKIN akan diumumkan. Namun infomasinya mengatakan bahwa nama-nama yang lolos akan diumumkan nanti jam 14 siang, jadi aku memiliki banyak waktu untuk menunggu. Untuk mengisi waktu akhirnya aku menulis artikel ini, disampingku matahari dengan angkuhnya menerobos jendela dan menyinari selimut yang belum aku rapikan. Warnanya cerah keemasan, seolah mengatakan kepadaku bahwa hari ini akan terasa baik, dan semoga memang begitu.  Aku duduk sembari menatap layar handphone ku, melihat tulisan apa yang salah dan kuperbaiki, sementara dikejauhan suara chainsaw terdengar nyaring, benda itu mungkin mengamuk untuk memotong pohon yang tidak berdosa. Dan tentunya, aku resah. Kau tahu? Pembaca bogku menurun, aneh ketika kemarin ada ribuan pembaca di blogku, itu aneh, aku tidak tahu siapa mereka dan mengapa, namun tentu hal itu membuatku bangga menjadi seorang blogger pemula. Apa yang akan aku tulis? aku juga tidak tahu, rasanya kata-kata ini...

Resahku

 Hari ini 24 Agustus, hari dimana kelulusan jalur UMPTKIN akan diumumkan. Namun infomasinya mengatakan bahwa nama-nama yang lolos akan diumumkan nanti jam 14 siang, jadi aku memiliki banyak waktu untuk menunggu. Untuk mengisi waktu akhirnya aku menulis artikel ini, disampingku matahari dengan angkuhnya menerobos jendela dan menyinari selimut yang belum aku rapikan. Warnanya cerah keemasan, seolah mengatakan kepadaku bahwa hari ini akan terasa baik, dan semoga memang begitu.  Aku duduk sembari menatap layar handphone ku, melihat tulisan apa yang salah dan kuperbaiki, sementara dikejauhan suara chainsaw terdengar nyaring, benda itu mungkin mengamuk untuk memotong pohon yang tidak berdosa. Dan tentunya, aku resah. Kau tahu? Pembaca bogku menurun, aneh ketika kemarin ada ribuan pembaca di blogku, itu aneh, aku tidak tahu siapa mereka dan mengapa, namun tentu hal itu membuatku bangga menjadi seorang blogger pemula. Apa yang akan aku tulis? aku juga tidak tahu, rasanya kata-kata ini...

Senyuman Ningsih

Ningsih melamun untuk beberapa menit, menatap jendela yang ia usap dengan kain selepas ia semprot menggunakan cairan pembersih kaca. Ia menyemprot kaca itu kembali, membiarkan cairan itu mengalir kebawah lalu dengan cepat diusapnya. Membuat jendelanya bersih dan bening, seolah nyaris tanpa kaca. Namun pada semprotan kedua dan usapan ketiga, ia melihat sebuah mobil yang berhenti tepat didepan rumah, mobil itu mewah, seperti mobil pengusaha di film-film sinetron lawas, dan memang jarang ada mobil yang berhenti di depan rumah, kecuali kalau pak Ranu memiliki rekan baru yang akan berbisnis dengannya.  Ningsih terus menatap mobil itu sampai pintunya terbuka, memunculkan seorang pria yang menggunakan kaos abu rapi, celana jeans, dan sepatu bewarna putih. Ia tercengang. Dirumah ini, semua orang tahu siapa dia, namanya Raihan, anak dari majikannya yang sekolah di Harvard University.  Walau ia dan Raihan tidak pernah bertatap muka, namun foto dan lukisan yang ada dirumahnya bercerita k...

Senyuman Ningsih

Ningsih melamun untuk beberapa menit, menatap jendela yang ia usap dengan kain selepas ia semprot menggunakan cairan pembersih kaca. Ia menyemprot kaca itu kembali, membiarkan cairan itu mengalir kebawah lalu dengan cepat diusapnya. Membuat jendelanya bersih dan bening, seolah nyaris tanpa kaca. Namun pada semprotan kedua dan usapan ketiga, ia melihat sebuah mobil yang berhenti tepat didepan rumah, mobil itu mewah, seperti mobil pengusaha di film-film sinetron lawas, dan memang jarang ada mobil yang berhenti di depan rumah, kecuali kalau pak Ranu memiliki rekan baru yang akan berbisnis dengannya.  Ningsih terus menatap mobil itu sampai pintunya terbuka, memunculkan seorang pria yang menggunakan kaos abu rapi, celana jeans, dan sepatu bewarna putih. Ia tercengang. Dirumah ini, semua orang tahu siapa dia, namanya Raihan, anak dari majikannya yang sekolah di Harvard University.  Walau ia dan Raihan tidak pernah bertatap muka, namun foto dan lukisan yang ada dirumahnya bercerita k...

Di Hacknya WA Pimpinan Pondokku

Pagi hari ini aku sudah dikejutkan dengan sebuah berita dari kawan-kawanku, beritanya sederhana namun jika dipikirkan lebih baik, maka bahaya yang ditimbulkannya akan sangat berdampak bagi kami. Beritanya satu; WA pimpinan pondok kami di hack. Berita ini segera disebar di grup whatsapp dan menjadi siaga tiga bagi kami. Memang kasus ini sederhana, namun bila informasi didalam WA itu bocor maka bisa berdampak bahaya, sebab disana pasti ada relasi mamik dan juga kawannya, bahkan nomer Walisantri. Aku tidak tahu jika WA juga bisa kebablasan hacker, padahal WA kuyakin lebih aman dari media sosial yang lain. Jika Facebook yang di hack, itu sudah biasa, sebab Facebook kakakku juga sudah di hack, apalagi temanku, Amorkindy, di hack juga. Namun siapa dan apa tujuan dari hacker itu? apa dia akan mengeksploitasi walisantri untuk membayar lebih tunggakan? untuk melakukan penipuan?  apa hanya karena itu? Benarlah apa yang dikatakan paman Ben, dibalik kekuatan yang besar, terdapat tanggung jawab...

Di Hacknya WA Pimpinan Pondokku

Pagi hari ini aku sudah dikejutkan dengan sebuah berita dari kawan-kawanku, beritanya sederhana namun jika dipikirkan lebih baik, maka bahaya yang ditimbulkannya akan sangat berdampak bagi kami. Beritanya satu; WA pimpinan pondok kami di hack. Berita ini segera disebar di grup whatsapp dan menjadi siaga tiga bagi kami. Memang kasus ini sederhana, namun bila informasi didalam WA itu bocor maka bisa berdampak bahaya, sebab disana pasti ada relasi mamik dan juga kawannya, bahkan nomer Walisantri. Aku tidak tahu jika WA juga bisa kebablasan hacker, padahal WA kuyakin lebih aman dari media sosial yang lain. Jika Facebook yang di hack, itu sudah biasa, sebab Facebook kakakku juga sudah di hack, apalagi temanku, Amorkindy, di hack juga. Namun siapa dan apa tujuan dari hacker itu? apa dia akan mengeksploitasi walisantri untuk membayar lebih tunggakan? untuk melakukan penipuan?  apa hanya karena itu? Benarlah apa yang dikatakan paman Ben, dibalik kekuatan yang besar, terdapat tanggung jawab...

Perempuan-Perempuan Kaca

sudah kubilang kalau aku kalah dalam lomba cerpen kaca, dan au tahu bahwa jika aku tidak menujukkannya kepada dunia, maka cerpen itu hanya akan menjadi pajangan yang tida berguna. dan kali ini aku akan memberikannya kepada kalian, semoa kalian suka. Perempuan-perempuan kaca Maulana Abdul Azis Rambut perempuan itu keriting dan bergelombang, orang berkata rambutnya adalah rambut mie, namun bagiku, tidak ada yang lebih indah daripada mengelus rambutnya yang bergelombang, rasanya seperti berseluncur di pantai Bali bersama ikan-ikan dan burung merpati. Indah. Apalagi menikmati rambut sembari memandang bola matanya yang seperti klereng. Rasanya seperti kamu dikirim presiden untuk menyelami indahnya Raja Ampat; melihat ikan badut di antara anemon-anemon laut. Dia kupanggil Layla, kakakku yang berjuang menafkahi kehidupan kami yang mulai kelabu. Sejak kepergian ibuku yang sudah genap dua minggu, kakakku terpontang panting bekerja shift malam, katanya ia bekerja di sebuah toko sepatu beberapa b...

Perempuan-Perempuan Kaca

sudah kubilang kalau aku kalah dalam lomba cerpen kaca, dan au tahu bahwa jika aku tidak menujukkannya kepada dunia, maka cerpen itu hanya akan menjadi pajangan yang tida berguna. dan kali ini aku akan memberikannya kepada kalian, semoa kalian suka. Perempuan-perempuan kaca Maulana Abdul Azis Rambut perempuan itu keriting dan bergelombang, orang berkata rambutnya adalah rambut mie, namun bagiku, tidak ada yang lebih indah daripada mengelus rambutnya yang bergelombang, rasanya seperti berseluncur di pantai Bali bersama ikan-ikan dan burung merpati. Indah. Apalagi menikmati rambut sembari memandang bola matanya yang seperti klereng. Rasanya seperti kamu dikirim presiden untuk menyelami indahnya Raja Ampat; melihat ikan badut di antara anemon-anemon laut. Dia kupanggil Layla, kakakku yang berjuang menafkahi kehidupan kami yang mulai kelabu. Sejak kepergian ibuku yang sudah genap dua minggu, kakakku terpontang panting bekerja shift malam, katanya ia bekerja di sebuah toko sepatu beberapa b...

Puisi Kacaku

hi, selamat datang di dunia yang fana. aku telah mengatakan kemarin bahwa aku kalah dalam lomba puisi dan hanya mendapatkan peringkat yang 105 dari 1655 peserta. walau rasanya suck , tapi aku harus menerima kenyataan itu apa adanya. dan akan tetapi, aku belum memberi tahu kalian seperti apakah karya itu? menapa ia bisa kalah? lebih baik aku publish disini daripada menjadi ampas, iya kan? dan inilah karya itu: KEPADA SIAPA AKU BERKACA? Karya ; Maulana Abdul Azis Tuhan, kau ajarkan aku toleransi Untuk saling mengerti, untuk saling mencintai Kau ajarkan aku untuk berbakti Pada orang tua, bangsa, dan negara Namun Tuhan, pada siapa aku harus berkaca? Kami hanya hamba, bagimu kami rapuh seperti kaca Tuhan, Kau ajarkan kami untuk saling berkaca  Pada manusia, pada sesama hamba Namun pada siapa aku harus berkaca? Ketika hamba pun berlomba menjadi dewa Ketika mereka yang berakhlak babi  mencoba menjadi nabi Maka pada siapa aku harus berkaca? Ketika ayahku ditikam karena bicara Ketika t...

Puisi Kacaku

hi, selamat datang di dunia yang fana. aku telah mengatakan kemarin bahwa aku kalah dalam lomba puisi dan hanya mendapatkan peringkat yang 105 dari 1655 peserta. walau rasanya suck , tapi aku harus menerima kenyataan itu apa adanya. dan akan tetapi, aku belum memberi tahu kalian seperti apakah karya itu? menapa ia bisa kalah? lebih baik aku publish disini daripada menjadi ampas, iya kan? dan inilah karya itu: KEPADA SIAPA AKU BERKACA? Karya ; Maulana Abdul Azis Tuhan, kau ajarkan aku toleransi Untuk saling mengerti, untuk saling mencintai Kau ajarkan aku untuk berbakti Pada orang tua, bangsa, dan negara Namun Tuhan, pada siapa aku harus berkaca? Kami hanya hamba, bagimu kami rapuh seperti kaca Tuhan, Kau ajarkan kami untuk saling berkaca  Pada manusia, pada sesama hamba Namun pada siapa aku harus berkaca? Ketika hamba pun berlomba menjadi dewa Ketika mereka yang berakhlak babi  mencoba menjadi nabi Maka pada siapa aku harus berkaca? Ketika ayahku ditikam karena bicara Ketika t...

Hampa, Sebuah Cerita Dari Dia Yang Telah Mati

Hampa Sejak aku mengenal gelap sementara kunang-kunang menari diantaranya, sejak aku hidup tanpa cahaya, sejak cerita lama mulai buram dan hanya menyisakan ampasnya tawa. Sejak saat itu, semua mulai berbeda, dan cerita lama hanya mengizinklan memori berkasih untuk tinggal, selain itu, hanya ada kegelapan total, karena aku sudah tidak memiliki cahaya lagi. Hampa. Aku ingin mendendangkan sebuah lagu kepada dunia yang mulai tua, bagaimana bintang dilangit dunia bergerak seperti kunang-kunang yang aku rindukan, lalu hanya wajahnya lah yang terbayang, dia telah mati, dan hanya menyisakan kisah-kisah lama yang akan habis terkikis waktu, dan bagaimanapun itu, di tempat ini, dengan setia aku menunggu. Hampa. Seperti cerita lama yang aku kenang.  Hampa. Dimana bintang-bintang bertaburan laksana kunang-kunang. Hampa.  Sampai kapan ia terbayang?  Hanya sebuah hampa. Dan datanglah kepdaku, sebab di dimensi, ini, aku masih setia menungumu. Cerita ini memang jelek karena saya buat dulu...

Hampa, Sebuah Cerita Dari Dia Yang Telah Mati

Hampa Sejak aku mengenal gelap sementara kunang-kunang menari diantaranya, sejak aku hidup tanpa cahaya, sejak cerita lama mulai buram dan hanya menyisakan ampasnya tawa. Sejak saat itu, semua mulai berbeda, dan cerita lama hanya mengizinklan memori berkasih untuk tinggal, selain itu, hanya ada kegelapan total, karena aku sudah tidak memiliki cahaya lagi. Hampa. Aku ingin mendendangkan sebuah lagu kepada dunia yang mulai tua, bagaimana bintang dilangit dunia bergerak seperti kunang-kunang yang aku rindukan, lalu hanya wajahnya lah yang terbayang, dia telah mati, dan hanya menyisakan kisah-kisah lama yang akan habis terkikis waktu, dan bagaimanapun itu, di tempat ini, dengan setia aku menunggu. Hampa. Seperti cerita lama yang aku kenang.  Hampa. Dimana bintang-bintang bertaburan laksana kunang-kunang. Hampa.  Sampai kapan ia terbayang?  Hanya sebuah hampa. Dan datanglah kepdaku, sebab di dimensi, ini, aku masih setia menungumu. Cerita ini memang jelek karena saya buat dulu...