Teruntuk: Dina, Akhirat. Dina, adikku, kenapa secepat ini kamu pergi? kemana senyummu yang kau berikan kepadaku? Kemana suara tapak kaki saat kau menuntun adikmu untuk belanja itu? kemana? Andai kau tahu, ibumu akan membelikan boneka yang dulu kamu mau, juga akan membelikan buah pear yang kamu sukai. Andai kamu tahu, ibumu tidak akan memarahimu lagi, andai kamu tahu.... Dina, aku ada disana saat wajah pucatmu tertutup kain, saat wajah cantikmu berakhir seperti mutiara, saat bibirmu menutup rapat untuk selamanya. Ah..andai saat itu kau membuka mata, satu jam saja, berbicaralah untuk terakhir kalinya, sebab aku hanya pernah melihatmu, dan kau hanya melemparkan senyum kepadaku. Dina, saat itu aku ada disana dan diam diantara bulir-bulir mata yang menghujani lantai semenmu. Dan kau tahu? Ayahmu sedang bersandar di tembok, air mata di pelupuk matanya membasahi pipi. Ayahmu....menangis. Reputasi ayahmu tak bagus dimataku, Dina, juga dimata kami. Sebab, aku tidak tahu apa pekerjaan ayahmu sel...
Blog Yang Akan Menemani Masa Perkuliahanmu