Skip to main content

Duck Of York, The Beauty Blogger

agar menjadi seorang blog yang handal, satu satunya cara adalah dengan menyambangi blogger pendahulu kita dan memberikan backlink (yaitu alamat blog kita dan berharap suatu saat nanti mereka akan memberikan saran untuk blog kita)

namun disuatu pagi menjelang dhuha, dimana saya mulai hijrah dr blog saya dan mencari referensi untuk blog. saya pun dengan sengaja membuka Duck Of York, salah satu blog tanah air yang konon katanya bagus.

dan saya pun mengkliknya.

wow.

pertama kali anda membuka blognya, anda akan disuguhkan dengan tampilan elegan sebuah latar bewarna putih seperti marmer, begitu elegan sampai anda tidak bisa mengerjapkan mata anda.

sekali anda mengerjapkan mata anda, anda akan kembali damai dan tentram saat membuka mata. sepertinya Duck of York sangat tahu makna dari estetika seorang wanita

dengan penuh gairah, tentu saya ingin seperti blog beliau, saya jadi curiga jangan-jangan beauty blog ini juga adalah seorang Youtuber yang membahas tentang kecantikan. hmmm, beliau sangat bagus untuk menjadi sebuah referensi.

saya suka fontnya, saya suka latarnya, namun bagaimanapun, saya seorang lelaki dan saya tidak terlalu menyukai kosmetik, sepertinya blog itu memang ditujukan kepada perempuan dan bukan kaum kami, but, its okay, saya akan tetap mengambil beliau sebagai referensi.

jika sekarang, perbandingan saya dengan blog itu adalah peniti dengan bumi, saya begitu kecil dibandingkan beliau, namun saya masih pemula, setahun lagi, mungkin akan ada yang berbeda.

salam dari Maze Daily, Duck Of York, semoga anda memberikan saran untuk saya. dan terima kasih.





  foto: Screenshoot

Comments

Popular posts from this blog

Daniel Villegas dan Kronologi Kasusnya

Kronologi Kasus Daniel Villegas  Waktu itu menunjukkan tahun 1993 pada bulan April, tepatnya di El-Paso, Texas. Masa dimana jalanan disepanjang El-Paso begitu lengang, desau udara bergerak dan membelai pori-pori empat orang yang sedang berjalan sehabis mengunjungi sebuah pesta disana. Mereka berempat adalah Bobby England, Armando Lazo, Jesse Hernandes, dan Juan Medina. Adalah sekawanan remaja yang sedang menikmati bebasnya hidup tanpa pernah menyadari bahwa itu adalah akhir dari kehidupan mereka. Keadaan masih tenang kala itu, sampai sebuah mobil mendekat perlahan dan berhenti, kemudian dari kursi belakang, seseorang menembaki keempat remaja tersebut dengan senjata api. Robert England terbunuh dengan kepala berlubang, sementara Armando Lazo berlari bersama dua lainnya sejauh 100 meter sebelum pada akhirnya terbunuh setelah ditembak di bagian paha dan di bagian perutnya. Lazo yang berusia 17 tahun ditemukan tidak bernyawa didekat sebuah rumah di pinggir jalan, tubuhnya dit...

Motivasi Hidup : Sebuah Pengalaman Untuk Diingat

  Sebuah Pengalaman Untuk Diingat Ketika Doug Hooper harus mempertahankan pekerjaannnya, ia terpaksa melakukan perjalanan dari California ke Oregon Selatan dengan mobil Polymouth tuanya yang telah bobrok. Mobil itu sudah kehilangan masa kejayaannya dan sekarang kendaraan tersebut sudah seperti kakek tua yang menunggu kematian. Bagi mobil itu, malaiakat maut senantiasa menanti dengan sabit panjangnya dan seolah benar-benar siap untuk mencabut nyawa mobil itu ketika ia telah diperintah. Mobil itu terus dipaksa Doug dan mobil itu patuh, setidaknya mobil itu sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda sakaratul mautnya. Namun yang lebih parah lagi adalah; mobil itu hanya memiliki kecepatan 55 kilometer per/jam, remnya blong, dan menghabiskan banyak bensin sebanyak kaum Mongol meminum air. Hal itu tentu saja membuat Doug kesal, namun ia tidak memiliki pilihan lain selain mengendarai mobil ini dengan takdir kematian yang mengintainya dari belakang dan bisa datang kapan saja. S...

Lenyapnya Blogku

Lenyapnya Blogku Write Aku tidak mengerti kenapa, namun blogku hilang di pencarian Google, ini sungguh aneh, pertama aku cukup menulis mazedaily.blogspot maka ia akan muncul, tapi kini ia tidak ada, aku harus menulis mazedaily.blogspot.com untuk mencari blogku. Hal ini tentu membuat aku frustasi, aku seolah putus asa dan ingin menghentikan kepenulisan blogku, namun ak tidak boleh menyerah, semua terjadi pasti karena suatu alasan. Andai kau tahu apa yang kurasakan, mungkin kau akan memukul tembok berkali-kali, atau mungkin akan membanting handphonemu ke lantai. Aku tidak ubahnya seperti laki-laki telanjang ditengah salju yang hanya memilki sebuah api yang harus kujaga, dan naasnya api itu adalah mimpiku, mimpiku yang sebentar lagi akan mati. Kuhirup lebih banyak udara, kubenamkan wajahku pada bantal, sementara Ulfa mencoba menghiburku namun ia tak mampu, akhirnya ia juga menyerah lalu mematikan video call, dan kini, aku sendiri. Aku membalikkan badan dan mulai membuka Youtube, kubuka G...