Skip to main content

Sosok Yang Berbicara Tanpa Harus Bersuara

Sudah berapa lama kalian hidup? Aku baru hidup selama sembilan belas tahun dan terkadang merasa bersyukur. Aku tahu, ayahku sudah pensiun dari PNS dan ibuku bahkan berhenti sekolah saat beliau masih kelas tiga MTS. Aku hidup dalam keluarga berdarah guru dan aku ingin dijadikan seperti itu.

Namun aku tetap bersyukur, hidup kami sederhana, tidak banyak yang dapat kami banggakan namun kami hidup bahagia, ayahku mencontohkan dengan baik bagaimana cara kami harus hidup, beliau pekerja keras seolah ia memang hidup untuk bekerja. 

Dan seperti yang kukatakan, tidak banyak hal yang bisa kami banggakan, namun sepertinya, ayahku tidak memperdulikan hal itu. Ia seolah mengajarkan kami untuk tidak mengejar kebanggaan, seolah berkata kepada kami: 

hiduplah seperti apa yang kalian mau, dan matilah seperti yang kalian mau.

Aku mendapatkan pelajaran yang banyak tanpa beliau harus berbicara, ia tidak pernah memarahiku, mengangkat tangan untuk memukulku, ia selalu memberikan dadanya yang tegap, mengajarkanku bagaimana seharusnya aku bersikap.

Ayahku seolah percaya bahwa pendidikan adalah segalanya, ilmu, sedikit apapun baginya begitu berharga, ia adalah komoditas yang tidak bisa dijual namun bisa dibagikan.

Dan sebab itulah pendidikan kami begitu berharga, uangnya yang ratusan juta disimpan dengan baik hanya untuk kami, agar kami bisa terus hidup dan bernafas. padahal, banyak hal yang bisa  dibeli, tiket naik haji, liburan ke Bali, semuanya.

Namun dalam pandangannya, ia tahu bahwa hidup untuknya adalah sementara, ia tidak tahu kapan dirinya mati, ia hanya tahu bahwa suatu saat nanti, kami akan beranjak dewasa dan memandang dunia dengan pandangan yang semestinya.

Dan disaat sisa-sisa hidupnya, ia selalu ke masjid untuk berdoa kepada tuhan. Berdoa untuk kami tanpa tahu apa yang didoakannya.

Ia adalah ayahku, dan dalam kacamataku, ayahku berbicara tanpa harus bersuara, namun apa yang diajarkannya akan tetap ada, hari ini, esok, lusa dan selamanya.




Sosok Yang Bicara Tanpa Harus Bersuara

Comments

Popular posts from this blog

Daniel Villegas dan Kronologi Kasusnya

Kronologi Kasus Daniel Villegas  Waktu itu menunjukkan tahun 1993 pada bulan April, tepatnya di El-Paso, Texas. Masa dimana jalanan disepanjang El-Paso begitu lengang, desau udara bergerak dan membelai pori-pori empat orang yang sedang berjalan sehabis mengunjungi sebuah pesta disana. Mereka berempat adalah Bobby England, Armando Lazo, Jesse Hernandes, dan Juan Medina. Adalah sekawanan remaja yang sedang menikmati bebasnya hidup tanpa pernah menyadari bahwa itu adalah akhir dari kehidupan mereka. Keadaan masih tenang kala itu, sampai sebuah mobil mendekat perlahan dan berhenti, kemudian dari kursi belakang, seseorang menembaki keempat remaja tersebut dengan senjata api. Robert England terbunuh dengan kepala berlubang, sementara Armando Lazo berlari bersama dua lainnya sejauh 100 meter sebelum pada akhirnya terbunuh setelah ditembak di bagian paha dan di bagian perutnya. Lazo yang berusia 17 tahun ditemukan tidak bernyawa didekat sebuah rumah di pinggir jalan, tubuhnya dit...

Motivasi Hidup : Sebuah Pengalaman Untuk Diingat

  Sebuah Pengalaman Untuk Diingat Ketika Doug Hooper harus mempertahankan pekerjaannnya, ia terpaksa melakukan perjalanan dari California ke Oregon Selatan dengan mobil Polymouth tuanya yang telah bobrok. Mobil itu sudah kehilangan masa kejayaannya dan sekarang kendaraan tersebut sudah seperti kakek tua yang menunggu kematian. Bagi mobil itu, malaiakat maut senantiasa menanti dengan sabit panjangnya dan seolah benar-benar siap untuk mencabut nyawa mobil itu ketika ia telah diperintah. Mobil itu terus dipaksa Doug dan mobil itu patuh, setidaknya mobil itu sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda sakaratul mautnya. Namun yang lebih parah lagi adalah; mobil itu hanya memiliki kecepatan 55 kilometer per/jam, remnya blong, dan menghabiskan banyak bensin sebanyak kaum Mongol meminum air. Hal itu tentu saja membuat Doug kesal, namun ia tidak memiliki pilihan lain selain mengendarai mobil ini dengan takdir kematian yang mengintainya dari belakang dan bisa datang kapan saja. S...

Lenyapnya Blogku

Lenyapnya Blogku Write Aku tidak mengerti kenapa, namun blogku hilang di pencarian Google, ini sungguh aneh, pertama aku cukup menulis mazedaily.blogspot maka ia akan muncul, tapi kini ia tidak ada, aku harus menulis mazedaily.blogspot.com untuk mencari blogku. Hal ini tentu membuat aku frustasi, aku seolah putus asa dan ingin menghentikan kepenulisan blogku, namun ak tidak boleh menyerah, semua terjadi pasti karena suatu alasan. Andai kau tahu apa yang kurasakan, mungkin kau akan memukul tembok berkali-kali, atau mungkin akan membanting handphonemu ke lantai. Aku tidak ubahnya seperti laki-laki telanjang ditengah salju yang hanya memilki sebuah api yang harus kujaga, dan naasnya api itu adalah mimpiku, mimpiku yang sebentar lagi akan mati. Kuhirup lebih banyak udara, kubenamkan wajahku pada bantal, sementara Ulfa mencoba menghiburku namun ia tak mampu, akhirnya ia juga menyerah lalu mematikan video call, dan kini, aku sendiri. Aku membalikkan badan dan mulai membuka Youtube, kubuka G...